i know... that's not my business

29 September 2007 1:57 PM Diposting oleh Farah 0 komentar
akhir-akhir ini kenapa ya?
bawaannya ngantuk mulu... bete mulu... sebel mulu...
malah ada yang niatnya baik sih... ngingetin saya, tapi tanggapan saya membuat dia sebel sama saya.
maaf banget udah bikin kamu sebel sama saya, tapi kamu nggak tau..
gimana bisa tau kalo kamu nggak cerita Dil?
gimana saya bisa cerita kalo kamu nggak kasih saya kesempatan untuk cerita?
atau kamu tidak mau mendengar FAKTA dari saya.
atau kamu hanya menjudge dari apa yang kamu lihat.

don't judge me by my cover!!!
cover bisa menipu!

padahal saya menunggumu. menunggumu sekian lama untuk bertanya:
'sebenarnya apa yang sedang terjadi padamu Dil?'

at least ada satu orang yang tau..
saya sudah lega.

i know.. that's not my business
or their business

jadi inget lagu endingnya Naruto:

Don't try to live so wise
Don't cry 'coz your'e so right
Don't dry with fakes or fears
'Coz you will hate yourself in the end

karena kamu nggak pernah akan mengerti
kenapa?
kamu nggak berada dalam posisi saya

Raditya say (cinta brontosaurus 'di balik jendela'):
"segede apapun masalah kita, orang lain akan terus bergerak maju. seolah tidak peduli. walopun waktu kita cerita, mereka akan bilang: 'aku ngerti', tapi kenyataannya mereka nggak akan bisa ngerti. karna mereka tidak berada pada posisi kita, tidak."

tapi kata temen saya, semua ini akan membuat saya tahan banting.
walopun saya bersikap konyol dan bertingkah seperti anak-anak sepanjang hari seolah tidak terjadi apa-apa. tapi sebenarnya hal itu hanya sebuah penghiburan supaya saya tidak berlarut-larut tenggelam dalam hal itu.

SANGUINIS-PHLEGMATIS MODE ON!!!

terserah apa katamu, tapi INILAH SAYA, dan SAYA BANGGA MENJADI SAYA

mungkin saya belum akan bisa menjadi dewasa, tapi dengan pikiran kanak-kanak saya, saya bisa hidup dan mengahadapi hari-hari terberat (yang semua orang tidak bisa membacanya) dengan penuh senyum.

Ganbatte Kudasai!!

Cobaan

27 September 2007 9:55 PM Diposting oleh Farah 0 komentar
Jika cobaan datang,
sempatkah kita berkata "tunggu bentar, aku mo siap-siap dulu"
sempatkah kita berkata "cobaan, jangan sulit-sulit ya..."
siapkah kita, menghadapi semuanya sendirian?
ketika semuanya tidak lagi bisa kita jadikan pegangan?
ketika kita mulai memiliki krisis kepercayaan pada hal-hal yang dulu pernah kita percayai sepenuhnya?

sanggupkah kita, berjalan sendirian?
sanggupkah kita, mandiri untuk mengahadpi cobaan itu sendiri?

maukah mereka, mengerti apa yang kita rasakan?

bisakah???